Monday 26 November 2012

Wen Menyapa Kembali

Dari judulnya sudah merasa punya acara talk-show sendiri ;p

Sudah sangat sangat sangat sangat lama sekali sejak terakhir kali posting di blog . . . 
Ada banyak hal terjadi, ada banyak perasaan baru teralami, ada banyak pengalaman baru memenuhi kantong kehidupanku. Dan pastinya juga ada buku baru untuk rakku.

Kali ini Wen sedang ingin serius menghubungkan hobi dengan program studi yang diambil. Jadilah Wen yang sedang suka mengutak-atik dongeng. Bukan mencari teori dan pengalaman mendongengnya, tapi lebih pada mencari pengalaman menuliskan kisah-kisah yang mengendap dalam kepala dan menuangkan tokoh-tokoh dalam kertas putih dengan tinta hitam. Baru ada beberapa hasil selama beberapa bulan ini dan masih belum layak, masih butuh senior untuk membantu mengedit dan terutama butuh ilustrator. Need it so much . . .

Dongeng tanpa ilustrasi itu tidak nikmat. Tidak hanya tidak nikmat tapi juga karena kebutuhan pembacanya. Pasaran cerita dongeng adalah anak usia dini yang secara penelitian ilmiah setiap manusia memiliki tahap membaca dan menulis yang salah satunya berada di tahapan dimana buku dengan sedikit kalimat, banyak gambar, dan cerita sederhana mutlak diperlukan oleh pembaca awal atau pembaca permulaan. Ilustrasi juga penting untuk menarik perhatian anak. 

Hari ini aku mencobakan buku dongeng yang baru kubeli pada anak tetanggaku yang baru berusia kurang lebih 20 bulan, well masih sangat kecil untuk membaca. Tapi dari gambar yang disuguhkan buku dongeng itu, dengan berbagai jenis gambar ilustrasi, Lila--anak yang kuobservasi--merasa tertarik dengan buku tersebut. Dia selalu mengatakan WAOW pada setiap halaman yang kami buka bersama. Lalu dia mencoba membuka-bukanya sendiri, sekali buka sepuluh halaman terlampau. Tiap kali membuka lalu menemukan gambar baru, Lila akan mengatakan WAOW dengan keras. Dia cukup menikmati permainan WAOW barunya ini sampai ia menemukan kesenangan baru -> membuka buku layaknya Ibunya saat sedang menghitung uang. Ia berusaha membukanya lembar demi lembar, lalu ketika Wen mulai membilang, Lila tertawa dan menirukan.

Well, untuk teman-teman yang sedang berjuang menjadikan hobi sebagai profesi yang nyambung dengan program studi yang diambil, mari berjuang ^^

Untuk semua teman-teman yang sedang berusaha menggapai mimpi, mari berjuang ^^

Kata Yankumi, "Fight-o ohh!"

No comments:

Post a Comment