Ini beberapa permainan yang Wen susun untuk tugas mata kuliah PendJas untuk AUD . . .
Showing posts with label PG-PAUD. Show all posts
Showing posts with label PG-PAUD. Show all posts
Saturday, 22 December 2012
Permainan WEN untuk Praktek mata kuliah PENDJAS AUD
Ini adalah permainan yang terinspirasi dari mbak Marisa dan aku gunakan untuk praktek mata kuliah Pendidikan Jasmani untuk Anak Usia Dini.
Yang terpenting dalam pembelajaran jasmani untuk AUD adalah menyenangkan, makanya dalam kegiatan awal dan akhir harus menggunakan lagu-lagu ^^
Yang terpenting dalam pembelajaran jasmani untuk AUD adalah menyenangkan, makanya dalam kegiatan awal dan akhir harus menggunakan lagu-lagu ^^
Tuesday, 26 June 2012
Ringkasan Teori Perkembangan Kognitif oleh Vygotsky
Berikut ini adalah ringkasan teori yang disampaikan oleh Vygotsky tentang perkembangan kognitif. Ringkasan ini kudapat dari beberapa kuliah di prodi PG-PAUD yang membahas tentang teori perkembangan kognitif yang disampaikan oleh Vygotsky.
Tahap Berpikir Kreatif pada Anak
Berikut ini adalah tahap proses berpikir
kreatif yang kudapat dari kuliah Daya Pikir dan Daya Cipta Anak Usia Dini :
1)
Tahap Persiapan (Preparation)
Individu
berusaha mengumpulkan informasi / data untuk memecahkan masalah yang dihadapi
dengan bekal ilmu pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki.
2)
Tahap Inkubasi (Incubation)
Individu
seolah-olah melepaskan diri untuk sementara waktu dari masalah yang
dihadapinya, dalam pengertian tidak memikirkannya secara sadar melainkan “menghadapinya”
dalam alam bawah sadar.
3)
Tahap Iluminasi (Illumination)
Individu
sudah dapat timbul inspirasi atau gagasan baru serta proses psikologis yang
mengawali dan mengikuti munculnya inspirasi atau gagasan baru.
4)
Tahap Verifikasi (Verivication)
Gagasan yang
telah muncul dievaluasi secara kritis dan konvergen serta menghadapkannya
kepada realitas.
Ciri-Ciri Berpikir Kreatif pada Anak
Berikut ini ciri-ciri berpikir kreatif
pada anak yang kudapat dari kuliah Daya Pikir dan Daya Cipta Anak Usia Dini :
1)
Ketrampilan Berpikir Lancar
Dilihat
dari bagaimana perilaku anak yang suka mengajukan banyak pertanyaan, menjawab
dengan sejumlah jawaban jika ada pertanyaan, mempunyai banyak gagasan mengenai
suatu masalah, lancar mengungkapkan gagasan-gagasannya.
2)
Ketrampilan Berpikir Luwes (Fleksibel)
Dilihat
dari bagaimana perilaku anak yang memberikan aneka ragam penggunaan yang tidak
lazim terhadap suatu objek, memberikan macam-macam penafsiran (interpretasi) terhadap
suatu gambar; cerita; atau masalah, memberi pertimbangan terhadap siuasi; yang
berbeda dari yang diberikan orang lain.
3)
Ketrampilan Berpikir Orisinal
Dilihat
dari bagaimana perilaku anak memikirkan masalah-masalah atau hal-hal yang tidak
pernah terpikirkan oleh orang lain.
4)
Ketrampilan Memperinci (Mengelaborasi)
Dilihat
dari bagaimana perilaku anak mengembangkan atau memperkaya gagasan orang lain.
5)
Ketrampilan Menilai (Mengevaluasi)
Dilihat
dari bagaimana perilaku anak menentukan pendapat sendiri mengenai suatu hal.
6)
Memiliki Rasa Ingin Tahu
Dilihat
dari bagaimana perilaku anak mempertanyakan segala sesuatu.
7)
Bersifat Imajinatif
Dilihat
dari bagaimana perilaku anak membuat cerita tentang tempat-tempat yang belum
pernah dikunjungi atau tentang kejadian-kejadian yang belum pernah dialami.
8)
Merasa Tertantang Oleh Kemajemukan
Dilihat
dari bagaimana perilaku anak mencari penyelesaian suatu masalah tanpa bantuan
orang lain.
9)
Memiliki Sifat Berani Mengambil Resiko
Dilihat
dari bagaimana perilaku anak yang berani mempertahankan gagasannya dan bersedia
mengakui kesalahannya.
10)
Memiliki Sifat Menghargai
Dilihat dari
bagaimana perilaku anak yang menghargai hak-hak diri sendiri dan hak-hak orang
lain.
Friday, 22 June 2012
Untuk Pengunjung yang Kuliah di Prodi PAUD
Untuk teman-teman pengunjung blogku yang dari prodi PAUD, jika butuh bantuan ingin cari sumber materi--kalau aku bisa membantu (aku akan sangat senang bisa membantu)--, ingin berbagi pikiran atau pengalaman sehubungan dengan bidang PAUD, kalian bisa tanya dan sharing denganku. Hubungi aku di ugiakudah@gmail.com atau via Ask Me di wenab.tumblr.com ^^ Selain ada aku, aku juga akan mengajak teman-teman sku dari prodi PAUD
Jangan sungkan, mari belajar bersama ^^
Suwun terima kasih
Pendekatan Reggio Emilia
I.
PENDAHULUAN
Usia dini
merupakan masa golden ages,
dimana 80% perkembangan otak anak mencapai sempurna. Pada masa ini anak harus
distimulasi dengan baik untuk pengembangan kecerdasan jamaknya (multiple intellegency).
Perkembangan dunia pendidikan mulai membuat
orang tua sadar akan pentingnya
pendidikan anak sejak dini dan berbagai sekolah juga menerapkan berbagai model pendekatan pembelajaran untuk
menarik perhatian anak. Salah satu
pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah Pendekatan Reggio Emilia.
Pendekatan Reggio Emilia bagi pendidikan anak usia dini telah menarik perhatian pendidik, peneliti dan hampir siapa saja yang tertarik pada
pendidikan anak usia dini dengan praktik yang
terbaik. Bahkan Asosiasi Internasional untuk Pendidikan Anak Usia Dini
(NAEYC) telah merevisi dari praktik yang
sesuai dengan tahapan perkembangan (DAP). Pedoman ini juga disertakan contoh-contoh
dari pendekatan Reggio Emilia. Saat ini, Pendekatan Reggio Emilia telah diadopsi di Amerika Serikat, Inggris, Selandia Baru, Australia dan banyak negara lainnya.
Pendekatan Reggio Emilia percaya bahwa anak-anak belajar melalui interaksi dengan orang
lain, termasuk orangtua, staf dan teman-teman di lingkungan belajar yang ramah. Pendekatan melihat anak-anak memiliki sikap kompeten, banyak akal, ingin tahu,
imajinatif, inventif dan memiliki keinginan untuk berinteraksi dan
berkomunikasi dengan orang lain.
Thursday, 21 June 2012
ADMINISTRASI SARANA PRASARANA/FASILITAS PENDIDIKAN -- Tugas mata kuliah Manajemen Pendidikan
- Pengertian Administrasi Sarana Prasarana / Fasilitas Pendidikan
Secara
Etimologis (bahasa) prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan
dalam pendidikan, misalnya : lokasi/tempat, bangunan sekolah, lapangan
olahraga, uang, dan sebagainya.
Sedangkan
sarana berarti alat langsung untuk mencapai tujuan pendidikan. Misalnya :
ruang, buku, perpustakaan, laboratorium, dan sebagainya.
Administrasi sarana merupakan segenap proses penataan yang bersangkut paut
dengan pengadaan, pendayagunaan, dan pengelolaan sarana pendidikan agar
tercapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Sarana
pendidikan merupakan sarana penunjang bagi proses belajar mengajar. Menurut
rumusan Tim Penyusun Pedoman Pembakuan Media Pendidikan Departemen Pendidikan
dan Kebudayaan, yang dimaksud dengan sarana pendidikan adalah semua fasilitas
yang diperlukan dalam proses belajar mengajar baik yang bergerak maupun yang
tidak bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan berjalan lancar, teratur,
efektif, dan efisien.
Perlu dibedakan antara alat pelajaran, alat peraga, dan media pendidikan.
Alat pelajaran adalah semua benda yang dapat dipergunakan secara langsung oleh
guru maupun murid dalam pproses belajar mengajar (buku tulis, gambar-gambar).
Alat peraga adalah semua alat bantu pendidikan dan pelajaran (benda atau
perbuuatan dari yang paling konkrit sampai yang paling abstrak) untuk
mempermudah pemberian pengertian pada siswa. Media pendidikan adalah perantara
proses belajar mengajar untuk lebih mempertinggi efektivitas dan efisiensi
pendidikan, dapat sebagai pengganti peranan guru.
Klasifikasi fasilitas sekolah
menurut kurikulum SMU 1994 (Depdikbud, 1994: 44) terdiri atas:
- barang yang tidak bergerak, misalnya: tanah dan bangunan
- barang yang bergerak, baik yang habis pakai maupun yang tidak habis pakai, misalnya: perabotan, alat kantor, buku-buku, dan alat peraga pendidikan
Sistem Pendidikan Norwegia -- Tugas mata kuliah Pendidikan Komparatif
1.
Sistem
Pendidikan Norwegia
Kebijakan pendidikan Norwegia berakar pada prinsip
kesamaan hak terhadap pendidikan bagi semua anggota masyarakat, tanpa
memperhitungkan latar belakang sosial dan budaya atau tempat tinggal. Peranan sekolah adalah menyampaikan pengetahuan dan
budaya, serta memajukan mobilitas sosial dan memberikan dasar penciptaan
kesejahteraan bagi semua pihak.
Kegiatan mengajar di
sekolah Norwegia diadaptasikan dengan kemampuan dan keahlian masing-masing
siswa. Pendidikan khusus tersedia bagi penyandang catat tubuh atau mereka yang
membutuhkan perhatian khusus, yang jika tidak dipenuhi maka tidak mampu
berpartisipasi dalam kegiatan mengajar sekolah umum. Sebagai akibat dari
meningkatnya imigrasi, maka jumlah siswa yang memiliki bahasa minoritas juga
bertambah. Kebijakan pendidikan Norwegia mengatur perhatian bagi kebutuhan
khusus akan siswa dengan latar belakang bahasa minoritas, sehingga mereka dapat
menyelesaikan pendidikan tingkat menengah atas dengan baik dan melanjutkan ke
perguruan tinggi serta kemudian bekerja.
WARIS - Tugas PAI
BAB
II. PEMBAHASAN
A.
Definisi
Waris
Secara bahasa, waris berarti berpindahnya sesuatu dari
seseorang kepada orang lain. Pengertian menurut bahasa ini mencakup pada
hal-hal yang berkaitan dengan harta benda dan nonharta benda. Sedangkan menurut
istilah, waris berarti berpindahnya hak kepemilikan dari orang yang meninggal
kepada ahli warisnya yang masih hidup, baik berupa harta (uang), tanah, atau
apa saja yang berupa hak milik legal secara syar’i.
LANGKAH-LANGKAH KETERKAITAN ANTARA NILAI, MORAL, SIKAP, DAN TINGKAH LAKU YANG PERLU DIAJARKAN KEPADA ANAK DIDIK
Tahun 2011 lalu, dosen mata kuliah Pendidikan Nilai untuk AUD memberi tugas pada kami bagaimana cara menanamkan nilai kehidupan pada AUD. Dan ini adalah hasil pemikiranku setahun yang lalu.
TOTTO-CHAN Oleh Tetsuko Kuroyanagi
Semester 1 dua tahun yang lalu, dosen mata kuliah Ilmu Pendidikan, Pak Sodiq, memberi kami tugas membaca buku Totto-chan. Sebelum menjadi tugas mata kuliah, aku memang sudah membacanya. Dan ini adalah resume yang aku buat sebagai tugas dari Pak Sodiq.
BERBAGAI PENDEKATAN, MODEL, STRATEGI, DAN METODE DALAM PAUD
BAB II. PEMBAHASAN
- Pembahasan
1.
Pendekatan Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap
proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu
proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi,
menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.
Terdapat dua jenis pendekatan, yaitu:
(1) pendekatan pembelajaran yang
berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach)
dan (2) pendekatan pembelajaran yang
berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
Saturday, 28 April 2012
Tiga Gaya Asuh dan Efeknya pada Kehidupan Sosial Anak
Tiga Gaya Asuh dan Efeknya pada Kehidupan Sosial Anak
Ditulis oleh : Birgitte Coste
Diterjemahkan oleh : Wening Sekar Satiti / PG-PAUD / April 2012
Dimulai dari penelitian pada tahun 1960,
ditemukan tiga gaya asuh untuk membantu kita memahami dan menjelaskan
kebiasaan dan perkembangan anak.
Hasil observasi mengenai dampak dari
pengasuhan orang tua terhadap perkembangan anak menarik perhatian banyak
peneliti dan sosiolog selama bertahun-tahun. Diane Baumrindlah yang
mula-mula menjelaskan tentang gaya asuh dan efek dari tiap gaya asuh
terhadap kebiasaan, kemampuan sosial, dan kematangan atau kedewasaan
anak.
Ketika Pola Asuh Mempengaruhi Kemampuan Bicara Anak
Manusia sebagai makhluk sosial hidup
berinteraksi dan saling menguntungkan satu sama lain. Dalam berinteraksi
dibutuhkan alat untuk dapat bertukar pikiran dan perasaan. Pertukaran
ini kita sebut dengan komunikasi. Dalam berkomunikasi, manusia
membutuhkan sarana yang dapat menyimbolkan pikiran dan perasaan yang
akan disampaikan maknanya pada orang lain yaitu bahasa. Salah satu
bentuk bahasa yang dapat digunakan adalah bicara. Bicara merupakan
bentuk bahasa yang menggunakan artikulasi atau kata-kata yang digunakan
untuk menyampaikan maksud (Hurlock jilid 1 : 176) dan makna.
Subscribe to:
Posts (Atom)