Beberapa minggu lalu, aku
selesai membaca buku ini “The Geography of Bliss”. Isinya sangat
menarik. Saat baca buku ini rasanya seperti telah datang ke negara yang
sedang dibahas. Dan yang lebih menarik adalah bagaimana penulisnya bisa
meresapi dan mendapat data yang tepat dalam menggambarkan pemikiran
warga negara yang bersangkutan tentang arti kebahagiaan. Setelah membaca
buku ini aku merasa sangat bersyukur dapat hidup di dunia dengan
kebebasan berpikir yang Tuhan berikan pada kita. Lihat saja betapa
beragam pola pikir orang-orang tentang arti kebahagiaan sesuai dengan
letak geografis daerahnya, dengan sejarah kaum sukunya, dan sesuai
dengan iklim negara yang bersangkutan.
Sebuah pikiran lain muncul dalam kepalaku selain kekagumanku akan
kebesaran Tuhan dalam mengelola dunia ini dengan sangat sempurna.
Pikiran bahwa seharusnya Indonesia masuk daftar negara terbahagia di
dunia. Orang Swiss menekan rasa iri dengan menyembunyikan barang. Orang
Islandia menekan rasa iri dengan membagi barang. Dengan begitu mereka
hidup dengan bekerja sama. Dan kedua negara itu adalah negara-negara
yang masuk peta negara bahagia. Ini yang kumaksud dengan gotong-royong
di Indonesia seharusnya bisa membuat Indonesia masuk peta negara
bahagia. Gotong-royong adalah bekerja sama, saling berbagi, dan hal ini
dapat menekan rasa iri dan menimbulkan rasa kekeluargaan. Dengan begitu
kita akan bahagia, menjadi salah satu warga terbahagia di dunia.
No comments:
Post a Comment